Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2016

Yuk Sama-Sama Belajar Membuat Judul Yang Menarik








Salah satu skill yang dibutuhkan ngeblog adalah : membuat judul yang menarik. 

Ini gak bisa instan, perlu repitisi berulang-ulang, perlu latihan yang seksama agar ia menjadi tomatis (bahasa madura dari otomatis).

So, latihan adalah kuncinya. Dan ane pun juga belajar bagaimana membuat judul yang menarik pembaca sehingga mereka rela untuk mengeklik artikel yang sudah ane bikin.

Oke, let's study. Kalo masalah belajar, masalahnya adalah metode yang digunakan.

Ane memakai ATM (Awasi, Tiru, Modifikasi)

Lho, copy paste kalo begitu? What ever, dibilang copy paste ya gak papa, yang penting judulnya menarik. Hehehe...

Oke, kita coba lihat judul-judul yang menarik, siapa tahu Anda bisa memodifikasi judul-judul ini. Cekidot.

5 Sumber Pemasukan Blogger






Ngeblog bisa menghasilkan uang?

Ya jelas...Mirip sekali dengan televisi...

Temen ane pernah bilang, ngeblog itu tak ubahnya punya televisi. Kalo rating naik, ada banyak penonton, disitu iklan siap menyerbu.

Begitu juga dengan blog...Blogger menyediakan acara yang menarik, lalu orang datang untuk melihatnya.

Nah, sampeyan bisa masang iklan disitu.

Apa saja sih yang bisa jadi sumber pendapatan seorang blogger?

5 Tempat Mencari Ide Ngeblog







Ngeblog itu hampir tanpa batas. Apa aja bisa dijadikan bahan ngeblog. Asalkan satu hal ; topik, bahasan, atau hal yang Anda kupas menarik perhatian orang.

Yang bener emang membahas ngeblog yang konsisten tentang satu masalah. Misalkan membahas masalah pengembangan diri, ya isinya adalah pengembangan diri melulu. Ndak ada bahasan lain disitu.

Tapi ada juga blog yang emang ditujukan untuk menarik pengunjung agar melihat produk atau jasa yang sedang ditawarkan. Misalkan Anda berdagang sepatu, lalu Anda bikin artikel-artikel menarik, plus ada iklan sepatu Anda disitu.

Kalo ngeblog jenis pertama, memang membutuhkan keahlian yang mumpuni. Ahli saja tidak cukup, tapi Anda perlu untuk menjadi benar-benar ahli di satu bidang.

Tapi kebanyakan emang gak bisa seperti itu. Bisanya hanya cuap-cuap doang atau hanya sekedar menulis, maka jalan nomor dua bisa Anda tempuh.

Sabtu, 04 Oktober 2014

4 Cara Penting Memaksimalkan Otak Sampeyan



Kalo sampeyan lagi bangun rumah dan abai terhadap pondasi, saya jamin rumah Anda akan berdiri lama. Alasan saya mengatakan hal diatas karena dalam membangun rumah, pondasi adalah hal yang paling utama. Jika hal paling utama saja diabaikan, bidang garapan yang lain tak jauh-jauh dari itu.

Dalam membangun diri, hal utama adalah memahami otak. Karena pemahaman terhadap otak adalah pondasi utama dalam membentuk seorang manusia. Sampeyan belum percaya? coba renungkan ini ; Orang boleh fisiknya 100% handal, tapi kalo otaknya miring bagaimana.

Bahasan kali ini, saya coba menyajikan artikel yang moga-moga membantu Anda dalam memahami cara kerja otak. Beberapa hal di bawah ini sifatnya praktikal. Artinya kalo sampeyan kerjakan, DIJAMIN Anda akan jadi orang handal dalam bidang apapun.

Pertama, Exercise Does Enhance Your Brain.

Olahraga secara rutin dan aktif melakukan pergerakan tubuh memberikan efek amat sangat besar bagi kesehatan otak. Orang yang rajin berolahraga dalam jangka panjang otaknya akan memiliki kemampuan memecahkan masalah, lebih tangguh, dan moncer. Ada pepatah lama yang mungkin sudah sampeyan dengar dan 100% benar adanya : Men Sana In Corpore Sano --di dalam tubuh yang sehat ada otak yang sehat juga.

Olahraga ini tak harus berat-berat. Aktif bergerak yang  jadi poin utama. Lari-lari kecil, aktif membersihkan rumah, ngepel, cuci piring, dll yang mengakibatkan Anda bergerak dan berkeringat. Saraf motorik Anda akan terorganisir dengan baik. Jika Anda saat ini malas bergerak, siap-siap saja menerima resiko yang parah nanti di hari tua. Saya bukan menakut-nakuti lho ya, tapi hanya mengingatkan, paling tidak untuk diri saya sendiri.


Kedua. Multitasking is a mtyh.

Anda pasti sering kali dengar dan juga sering kali lupa kata ini : Otak Anda luar biasa, bla, bla, bla. Orang pada mengingatkan kalo otak manusia jika dilatih dengan baik maka akan tokcer. Hmmm..sebuah kalimat yang menyejukkan hati tapi sebenarnya tidak demikian.

Pangkal muasal hal itu adalah kepercayaan bahwa manusia bisa melakukan apa saja. Oke, well otak emang hebat, tapi cara kerja yang random dengan memasukkan berbagai macam aktifitas akan menumpulkan otak Anda.

Bagaimana cara kerja otak kita? Otak kita bekerja dengan cara sekuensial (berurutan) dan tidak pernah bisa dipaksa bekerja secara pararel. Kalo sampeyan dalam keadaan menyetir mobil, lalu ketawa-ketiwi sambil menelpon, maka resiko kecelakaan yang akan terjadi pada sampeyan naik jadi 9 kali lipat. Hal ini dasarnya simple ; bahwa otak kita ndak bisa multitasking.

Misalkan lagi, kalo sampeyan lagi nulis laporan, tapi juga nyambi buka facebook, balas bbm, buka timeline di twitter dll, maka bisa dipastikan bahwa resiko kerjaan mangkrak (terbelengkalai) semakin besar.

Solusinya gimana? Fokuslah dalam mengerjakan sesuatu. Meskipun hanya potong kuku, jangan sesekali disambi sama nonton tivi. Memahami hal ini akan memberikan Anda masukan bahwa bila otak membutuhkan fokus terhadap penyelesaian sesuatu, ya sekarang fokuslah untuk sesuatu yang perlu Anda selesaikan.



Pilih Konten Asli Atau Mati



Pemula dalam blogging macam TiketLia pasti sempat bertanya-tanya, gimana kalo ide kita berasal dari orang lain? Misalnya begini, tatkala lagi googling tentang "cara membuat judul postingan", lalu kita menemukan artikel menarik kemudian menginpirasi kita untuk menuilskannya kembali, nah, apakah dengan mencantumkan sumber aslinya masih tetap dikategorikan sebagai original content?

Pada ulasan sebelumnya, TiketLia membahas hal terpenting dalam blogging. Muara dari hal tersebut balik kepada konten atau isi blog itu sendiri. Nah, bagaimana jika konten sebuah blog sedikit banyak menyerupai dengan apa yang TL jelaskan diatas?


Gimana Caranya Orang Betah Di Blog Sampeyan



Untuk membahas pertanyaan diatas, TiketLia coba mempelajari struktur bagaimana sebuah informasi diterima di kepala manusia. Dari informasi yang dituliskan seseorang, dibaca, masuk ke otak, disimpan, lalu suatu ketika tatkala dia membutuhkan informasi terkait, dendrit dalam otak muncul dan menyalurkan gelombang listrik motorik yang menggerakan seluruh badan untuk melakukan sesuatu berdasarkan input informasi yang masuk tadi.

Begitu dahsyatnya sebuah informasi dan pengaruhnya pada perilaku manusia. Bahkan ada satu motivator penggagas QUANTUM IKHLAS yang menganjurkan untuk "libur" dari dunia per-informasian selama 40 hari. Ini karena memberikan otak dan jantung istirahat. Tujuannya tak lain adalah  menemukan jati dirinya sendiri tanpa ada intervensi dari informasi-informasi yang makin hari makin bertambah pesat.

Tapi tidak semua informasi berefek sama lho dalam otak. Informasi yang memiliki efek terhadap otak itulah yang coba kita tiru untuk memproduksi informasi yang memiliki sifat seperti itu.

Sebagai blogger, tinggal bagaimana caranya kita bisa menyajikan informasi yang dikemas dengan cara tertentu, sehingga efek yang ditimbulkan pada pembaca bisa berakibat langsung. Mau contoh? Baca cuplikan berikut ini :


Senin, 22 September 2014

Dua Area Penting Dalam Mengembangkan Blog


Awalnya ngeblog ini adalah hobi yang dicampur dengan makanan pokok bernama jualan tiket. Yup, that's it. Kalo jualan tiket sudah lama, tapi ngeblog kawan, ini adalah hal baru bagi TiketLia (TL). Kenapa? karena TL baru dibikin bulan Agustus 2014. Kalo Sampeyan sudah mampir kemari dan mendapati bahwa tulisannya agak "kacau" dalam arti sebenarnya, TL benar-benar pengen ngucapin dua hal : pertama, terima kasih sudah mampir, kedua : Tolong diberi komentar agar tulisannya makin baik.

Dan jujur saja TL hanya fokus pada satu hal saat ini : nulis original konten. Setiap postingan kalo idenya datang dari orang lain, selalu TL sertakan sumber dimana TL dapat ide itu. Ini mutlak bagi kita sendiri karena untuk menghormati apa yang sudah dikerjakan orang lain.

Justru dari proses baca-membaca blog lain itulah, ide-ide muncul. TL jadi bersemangat untuk menuliskannya kembali dengan gaya yang berbeda dan tambahan gaya kami sendiri. (Woooii...apa sudah punya gaya nulis kok bilang gaya-gayaan sekarang?). Biarlah waktu yang nanti berbicara, apakah blog ini bertahan dan menjadi apa yang sudah kami cita-citakan, ataukah kandas di tengah jalan dan tinggal jadi kenangan. Hanya waktu yang bisa menjawab.


Penasaran Dengan Artis Cilik Jadul? Inilah Kondisi Mereka Sekarang

Selamat pagi...

Masa kecil adalah masalah  yang bahagia. Kalo ndak bahagia berarti ngapain aja sejak kecil woi? :) Kenangan masa kecil juga yang membuat saya menuliskan artikel ini. Berbekal ingatan akan acara televisi, akhirnya ane penasaran bagaimana kondisi  artis cilik masa lampau tersebut.

Tentu si artis khan bukan nobita yang gak pernah bertumbuh kembang secara fisik. Mereka-mereka ini tumbuh dewasa dan mengalami perubahan bentuk fisik. Daripada penasaran, yuk kita tengok satu persatu gimana kondisinya sekarang. Bagi yang teringat jaman 90-an, jangan lupa komen di bawah ya bro,,,,
 

Chiquita Meidy

Penyanyi cilik yang satu ini terkenal dengan lagu 'Kuku Ku' dan 'Kampuang Nan Jauh Dimato'. Tubuhnya yang kecil dan suaranya yang sedikit cempreng membuat banyak orang gemas melihat penampilannya. Apalagi Chiquita kecil suka memakai baju warna-warni, semakin ceria dan imutlah penampilan penyanyi yang satu ini.

Di sepanjang karirnya, Chiquita menghasilkan 26 album, termasuk album lagu remaja. Kini, dia lebih banyak bekerja di balik layar dan bercita-cita ingin kembali membangkitkan generasi emas para penyanyi cilik di Indonesia.


Selasa, 16 September 2014

Satu Hal Ini Akan Membantu Anda Melahirkan Konten Original


Apa yang bikin rumah berasa "nyaman"? Jawabannya macam-macam. Tapi TiketLia jamin 100% bahwa kepemilikan atas nama pribadi adalah poin terbesar yang membuat orang nyaman tinggal di rumah.

Bisa Anda bayangkan kalo rumah itu masih rumah milik orang tua, masih ngontrak, ngekos, atau milik saudara.Rasanya gak enak banget.  Perasaan sungkan, malu-malu kucing, dll sering menghampiri. (Kecuali bagi Anda yang sudah putus urat malunya kali ya, :) )

Orang yang sudah merasa sesuatu itu rumahnya sendiri, otomatis akan terasa nyaman. Orang yang sudah punya rumah sendiri itu merdeka, gak takut sama mertua, keluar dari kamar mandi ke kamar tidur tanpa sehelai kain pun juga silahkan, di petak rumah itulah kemerdekaan seseorang di dapatkan.

Dalam blogging, kadang kala, kita lupa bahwa blog kita adalah rumah kita sendiri. Seperti layaknya rumah sendiri, ia kudu dirawat, dicintai, di percantik agar orang yang berkunjung gak merasa bosan.


2 Tips Cespleng Bikin Konten Asli


Konten asli atau dalam bahasa inggrisnya disebut "original content" adalah ruhnya blog. Ngapain kalo blog isinya cuman hasil copy paste dari orang lain. Itu sudah menyalahi aturan originalitas. Lah, apakah ada sesuatu yang original di dunia ini? Ndak ada, tapi namanya usaha itu dibutuhkan lho untuk tidak hanya njiplak100 % aja. Kalo lah satu tulisan didapatkan dari blog lain misalkan, coba aja rumah satu-dua point agar artikel Sampeyan merupakan hasil sampeyan sendiri.

Dengan mengkondisikan diri untuk "tidak" sesekali copy paste, hal itu akan mendorong diri kita untuk "putar otak" bagaimana menerbitkan konten yang bermutu dari konten yang sudah ada sebelumnya. Trik untuk menelurkan kontek original dari hasil pemikiran orang lain adalah sebagai berikut :

1. Tambahkan. Misalkan lagi booming masalah OCD misalkan. Coba Anda renungkan, dan tanyakan dalam diri Anda sendiri : Ditabah apa ini OCD? Keluarkan ide Anda sederas-derasnya, terdengar gak enak pun gak papa, yang penting tambahkan apa aja di belakang atau depan kata OCD itu. Inilah beberapa pemikiran TiketLia tentang OCD. OCD cocok untuk orang indonesia yang berpenghasilan pas-pasan, TIdak ada hambatan menjalankan OCD meskipun penghasilan Anda pas-pasan, Kalo ndak bisa jalankan OCD berarti Orang kaya, OCD bagi yang sudah tercandui makan, OCD sama COD apa bedanya, dll. Pokoknya tarik garis-garis di luar bahasan OCD yang bisa dituliskan.


Senin, 15 September 2014

Belajar Memperkaya Kosa Kata Cara TiketLia


Membaca blog para sastrawan dan buku-buku sastra sangat menarik. Satu hal yang membuat takjub adalah bagaimana seorang pengarang mampu mengungkapkan idenya dengan bahasa imajinatif pun juga kreatif.

TiketLia (TL) bukanlah seorang sastrawan. Tapi dibalik itu, ada rasa penasaran bagaimana setidaknya bahasa yang ditorehkan juga bernilai sastra.

Sejurus kemudian, TL jadi ingat bagaimana dulu ada seorang teman yang mempunyai metode untuk memperkaya kosa katanya. Kalo orang bilang menulis itu bakat, teorama itu terpatahkan dengan kegigihan teman tersebut untuk "memaksa" dirinya menjadi penulis.

Dalam sebuah seminar penulisan, seorang wartawan tempo --wahyu muryadi--sering mengungkapkan bagaimana pimpinan Tempo (Gunawan Muhammad) menyuruh wartawannya untuk membaca novel. Memasukkan bahasa dan gaya novel dalam sebuah tulisan berita itulah yang membuat Tempo punya kekhasannya sendiri.

Back to memperkaya kosa kata, adakah cara untuk menambah jumlah kosa kata di otak kita. Berikut ini adalah cara teman TL yang TL lakukan sendiri saat ini.


Sabtu, 13 September 2014

Kalo Berani Door To Door, Selamat, Berarti Anda Memiliki Mental Sekelas Pak Putra Sampoerna


Sebelum memulai pembahasan ini, TiketLia (TL) mau bertanya. Boleh tho bertanya...Hehehe...Dan silahkan di jawab dengan jujur ya. Apakah Anda suka door to door dan gak malu dikatain orang sebagai orang gila padahal Anda adalah orang sehat wal afiat? Duh, panjang banget. Oke, jawab ya : "Pernah door to door?". Kalo pernah, selamat, berarti Anda memiliki mental sekelas Pak Putra Sampoerna.

Bagaimana bisa disamakan dengan Pak Putra bro? Yang TL maksud adalah persamaan mental dan kegigihan untuk menyampaikan produk ke tangan paling dasar yakni customer itu sendiri. Tulisan ini terinspirasi dari catatan Hermawan Kertajaya yang berkisah tentang pentingnya : menjajakan produk dari diskusinya dengan Pak Putra Sampoerna.

Supaya menyingkat dan memenuhi nafsu Sampeyan agar bacanya langsung to the point, TL coba ceritakan kronologinya secara patah-patah dan terstruktur.

Jadi begini, suatu hari Pak Hermawan berkisah bahwa ia disuruh mengajar Pak Putra tentang marketing. Saat itu dia menjelaskan ke big boss nya itu hal-hal di bawah ini :

- Konsep Production-Oriented : biaya produksinya kalo bisa rendah, dan berharap kalo barang/jasa yang dibuat secara efisien dengan kualitas yang baik akan terjual dengan sendirinya.

- Konsep Product-Oriented : mengutamakan produk. Bukan cuma kualitas, tapi juga inovasi pada pengembangan produk.

- Konsep Marketing Oriented : titik beratnya pada kebutuhan pasar, baru kemudian disediakan produk.


Nah, penjelasannya dilanjutkan dengan empat elemen penting dalam pemasaran (4P) yang meliputi product, price, place, promosi.

Well Done, Tapi cerita mengajar tadi belum berakhir disitu. Pas malam harinya, kira-kira pukul sebelas malam, Pak Hermawan ditelepon. Pak Putera ndak tanya apa-apa kecuali memberi komentar terhadap konsep marketing yang dijelaskan diatas.

Pak Putra bilang : ''I agree with everything you said, except one thing. Ada satu P yang terlupakan, yang seharusnya jadi P kelima, yaitu PEDDLING!"

Peddling artinya adalah "menjajakan". Orang kadang lupa saat memiliki konsep marketing yang baik, namun lupa bahwa asal-muasal-nya dan ujung dari perjalanan panjang sebuah produk adalah "dibeli" oleh pasar. "Marketing without selling is nothing" .

Nah, kawan TiketLia, jikalau saat ini Sampeyan senang dengan menjajakan produk dengan door to door karena memang bisanya masih begitu, jangan khawatir, Pak Putra sang big boss Sampoerna juga mendukung Anda.

SUMBER



Jumat, 12 September 2014

Mencontoh M Assad Yuk, Dari Qatar Menuju Perusahaan Internasional


Judul diatas panjang sekali sepanjang semangat TiketLia untuk mencontoh M. Assad. Ada yang beluk kenal M. Assad? Kalo belum, Sampeyan bisa browsing siapa dia. Assad adalah orang Indonesia yang melejit lewat buku A Note From Qatar. Menyelesaikan pendidikan S1 di University of Technology Petronas, ia melanjutkan studi S2-nya di Qatar Faculty of Islamic Studies. Hmmm...Kayaknya melihat pendidikannya super ngeri ya...tinggi-tinggi gitu. Oke, langsung aja ke bahasan bagaimana dia memulai bisnisnya.

Let's talk directly tentang passion dia. Dalam wawancara yang dilakukan oleh swa, Assad mengaku bahwa passionnya adalah pengelolaan keuangan. Apapun yang hubungannya sama duit, dia suka. (Siapa yang gak suka? Hahahaha) But, eniwei dia langsung take action dengan mendirikan perusahaan pengelola keuangan bernama Rayyan Capital. Nah, dengan lembaganya itu, dia mendapatkan kepercayaan untuk mengelola dana yang diinvestasikan dalam bidang tertentu.

TL coba korek-korek informasi berdasarkan keterangan dari beberapa sumber internet tentang perjalanan dia membangun bisnis. Siapa tahu ada yang bisa dicontoh atau setidaknya memberi pandangan dan semangat baru dalam mengembangkan usaha Anda saat ini.

Qutote 1 : "Mencari informasi di internet". Siapa yang sering ngaplo di depan internet dan blank riwa-riwi dari facebook ke twitter, trus ke path, trus ke facebook lagi sampek lupa waktu? Kalo iya, kita tiru aja si Assad yang getol mencari informasi terbaru untuk dijadikan sebuah konsep bisnis di Indonesia.


Jangan Remehkan Ide, Ia Adalah Modal Utama Sekarang


Kalo Anda punya ide, mulai sekarang catat baik-baik dan simpan dengan rapi. Ide adalah modal yang dahsyat untuk diaplikasikan menjadi potensi ekonomi. Emang bisa jadi modal? Well, begitulah adanya. Dengan ide, siapapun asal mau, bisa memperjuangkan idenya menjadi potensi ekonomi untuk membangun bangsa dan negara.

Deretan nama seperti fishflop, vine, twitter, Rayyan Capital, Eiger, Ezensa, AlfaLink, Maichi, anajiddan helmet, adalah nama-nama produk yang berangkat dari ide kreatif. Tidak ada kata terlambat untuk menyusul nama-nama yang sudah beken tersebut. Tinggal pintar-pintar kita aja untuk menelurkan ide baru dari ide-ide yang sudah ada.

Mari kita contoh dari apa yang dipraktekkin Mas Bro Deddy Corbuzier. Ia mencontohkan bagaimana ide-idenya bisa dijual dan ramai di tingkat akar rumput. OCD misalnya, sebenarnya idenya pernah ada, tapi tidak banyak yang tahu. Lalu Uncle Deddy ini mempraktekkan didalam dirinya dulu, baru bukti yang berbicara. "Teori OCD ini sudah lama. Interminttent fasting itu di Amerika sudah ada. Bahkan jaman Nabi sudah diajarkan puasa," katanya dalam wawancara dengan majalah swa.

TiketLia (TL) mengumpulkan beberapa petikan yang bisa dijadikan bahan renungan buat kita semua. Bahwa sebenarnya kreatifitas--balik lagi ke kreatifitas--membawa pengaruh penting untuk pengembangan ekonomi.

Quote 1 : "Pada prinsipnya, semua bisa dibisniskan. Entah itu tai kebo atau apapun. Tinggal bagaimaan menjalankannya". Nah loh, tai kebo pun bisa dibisniskan lho, asal kita tahu mengemasnya dengan baik. Hehehehe...TL sepakat banget dengan perkataannya Om Deddy, bahwa apapun memiliki potensi ekonomi, tinggal bagaimana pelakunya bertindak dengan segera, mengaplikasikannya dalam ruang lingkup kecil sebagai bahan percontohan, dan mengkomunikasikannya dengan baik ke pasar.


Senin, 08 September 2014

5 Tips Tokcer & Alasan-Alasan Kenapa Membaca Internet "Harus" Cepat


Satu misteri saja yang membuat TiketLia (TL) bertanya-tanya hingga sekarang ; Kenapa kok kalo ngenet, orang pengennya cepet melulu? Misalnya begini, Anda baca blog dengan sistem scaning. Membacanya dengan cepat yang kadang kala tidak nyantol ke otak karena saking cepetnya. Atau jangan-jangan itu adalah "kodrat" dalam dunia maya sehingga mau-gak-mau siapapun yang berurusan dengannya harus melakukan hal serupa.

TL lebih setuju pendapat kedua yakni tabiat baca cepat adalah mutlak tatkala berurusan dengan blogging. Semakin cepat, padat, singkat, cespleng, semakin bagus. Bertele-tele malah menghilangkan esensi kecepatan yang sudah dari sononya dibiakkan.

Kalo kebanyakan blog menjelaskan supaya nulis dalam bentuk semi draft yang bisa di list, TL jadi bertanya-tanya kenapa kok bisa internet bisa ngaruh dan memaksa siapapun yang mau survive dalam dunia blogging untuk mengikuti hal serupa. Kenapa ketika berkaitan dengan internet, orang-orang  maunya cepet-cepet aja? Why?

Jangan salah sangka, TL pun juga mengalami hal yang sama lho. Kalo jaringan lelet misalnya, rasanya gak enak. Ada yang kurang, bahkan protes di hati pun sering terlontar jika jaringan internet lagi down. Padahal dulu pas jaman kuliah, internet yang kecepatannya separuh dari kecepatan yang ada sekarang, TL merasa baik-baik saja. Tapi kini? Belum tentu.

Atau bisa begini, ini pikiran negatif lho ya : karena dunia ngeblog itu dunia karang-mengarang (authoring), banyakan hanya menyampaikan "singkat-singkat saja". Kalo mau lengkap ya  beli bukunya dong....Hmm...Ada benarnya juga.


Yuk Bikin Visi-Misi Blog

 
Layaknya sebuah usaha, blog akan lebih baik lagi jika ditambahakn visi dan misi. Tulisan ini terinspirasi dari blogger ternama, Herman Yudiono. Dalam tulisan yang posting pada 25 Oktober 2009, diterangkan apa visi-misi blog yang sedang dia bangun.

Tiba-tiba saja TiketLia (TL) jadi 'ngeh. Aha, boleh juga ngasih visi dan misi TiketLia. Blog ini sangat disayangkan jika tidak memiliki dua hal tersebut.

Jadilah TL korek-korek ke ruang kalbu paling dalam--ciyeee, merogoh hati ini ceritanya?--untuk menganalisa, untuk apa blog ini ditulis. Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, selalu TL tulis tujuan blog ini. Tulisan tentang tujuan TL menulis blog bisa Anda nikmati disini dan disono.

Kali ini, TL pengen menulisnya lebih spesifik. Takut? Jelas, nanti dikira takabbur. Tapi ndak papa, toh juga penulisan visi misi ini khan gratis, kalo namanya gratisan, perkara dihujat itu khan perkara biasa. :)

Lebih lanjut, TiketLia tulis perihal visi-misi dalam bentuk wawancara. Yah, supaya gak bosen dan ada sedikit variasila.

Question : Apa itu visi misi? 

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, misi adalah tugas yg dirasakan orang sebagai suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dan sebagainya. Adapun visi adalah pandangan atau wawasan ke depan.

Secara singkat visi = cita-cita,
Sedangkan misi = komitmen pribadi.



Question : Ada gak blogger yang blognya punya visi misi?


Online Apa Offline Prinsipnya Ternyata Sama



Membandingkan antara bisnis online dengan offline sebenarnya tak jauh berbeda. Dua-duanya sama-sama jualan, sama-sama mutar otak supaya "tokonya" didatangi banyak orang. Ujung dari semua itu adalah memperbesar kesempatan untuk dilirik, ditanyakan, di tawar, dan akhirnya di beli. :)

Dari pengalaman menjual tiket, TiketLia (TL) selama ini menganggap bahwa kuncinya ada di kredibilitas dan jaringan. Kredibilitas mudahnya dapat diukur dari seberapa puas pelanggan yang membeli jasa / produk kita. Kalo Pelanggang puas, kesempatan memperluas jaringan akan terbentuk. Satu orang puas, terbukalah jalan buat menularkan ke orang lain.

Di bisnis online, daya ungkit untuk memperbesar jaringan itu terbuka luas. Adanya facebook, twitter, path, dll menambah "corong" untuk sounding-sounding ke banyak orang. Kalo satu orang mengabarkan review positif tentang produk/jasa Anda dan dia punya sepuluh teman misalkan, lalu sepuluh teman itu punya 10 teman lainnya dan melakukan hal yang sama, itu berarti ada 100 orang yang melihat sebuah berita baik tentang produk/jasa sampeyan. Nah, itu kalo bagus, kalo jelek? ya tinggal di balik aja.

Mempromosikan barang/jasa lewat online itu juga butuh kerja keras lho, bukan hanya tempel sana-sini, promosi sana-sini trus terkenal. Produsen kudu pintar-pintar bagaimana menghimpun suara trus mempengaruhi massa agar "suka rela" memborbardir produk Anda dengan hal yang positif. Jadi marketing online gak sekedar hanya bikin web, ngisi dengan beberapa artikel trus berharap. Berbisnis dengan online juga membutuhkan kerja keras seperti bisnis lain pada umumnya.

Perusahan online mainstream macam amazon, lazada, kaskus, tokobagus, dll pada awalnya hanya sebuah web kecil bukan? Lalu apa yang mereka lakukan sehingga menjadi besar dan menggurita seperti sekarang? Pertanyaan itulah yang sedang kita jawab bersama-sama.

Begini TiketLia Mengatur Meja Kerjanya

Mengatur meja kerja menjadi kunci sukses usaha yang Anda tekuni. Mengapa demikian? Karena diri Andalah yang menentukan sampai dimana kenyamanan dalam bekerja bisa terwakili dalam meja kerja tersebut.

Postingan kali ini sebenarnya hasil dari inspirasi teman TiketLia yang berprofesi sebagai penyervis hape sekarat. Dia menata begitu rapih meja kerjanya. Suatu ketika dia berkata : "Ya begini, saya bikin mejanya enak dipake kerja biar nyaman, kalo nyaman itu sudah 70 persen mendukung kerja."

Entah prosentase darimana angkat 70% itu, tapi nasehatnya tadi benar-benar mengilhami TiketLia untuk berbenah agar nyaman dalam bekerja, apalagi tatkala sedang menulis postingan untuk blog.


Buat Perbandingan : Beginilah Target Start Up Pemula

"Hidup harus punya target" |Sandiaga Uno|

"Yang terpenting bukan kita saat ini, yang terpenting adalah kita satu tahun mendatang" |Blogodolar|


Blog TiketLia (TL) baru berumur dua bulan. Tapi itu tidak masalah di tengah raksasa-raksasa blog yang sudah mapan duluan. TL pun positif menghadapi persaingan yang semakin hari semakin sengit. 

Untuk memperebutkan hati pembaca, apalagi sebagai pemula, TL menyadari betul bahwa usaha yang ditujukan kesitu sangatlah besar. Untuk mengejar ketertinggalan itu, TL beriniatif untuk membuat target-target penting selama tiga bulan ke depan.

Catatan kali ini ditujukan untuk memberi semangat pada TL sendiri, dan juga untuk mereview apakah tiga bulan nanti, target-target yang telah ditentukan itu sudah bisa dicapai, dan mana-mana yang kandas di tengah jalan.

Ibaratnya, target ini adalah untuk memotivasi TL sendiri plus juga sebagai bahan evaluasi.

Ide ini tercipta ketika TL berkunjung ke blogodolar.com. Disitu ditulis target-target penulisnya setahun ke depan. Untuk makin memotivasi, TL membuat langkah kecil dengan target per tiga bulan.

Berikut ini adalah target-target TL untuk tiga bulan ke depan :

1. Menulis 100 artikel minimal. Artikel utama yang membahas marketing tiket, seluk peluk transportasi udara, dll. Bahasan utama dan kerangkat utama blog ini adalah pembahasan tiket.


Jadikan Blog Sebagai Un-Locker Kemampuan Anda

“Tuliskan saja, biar konten menemukan Anda”



Saat mengawali kegemaran terhadap blogging, saya berarti menanamkan sebuah nilai yakni : mengalir saja dan tetap menulis. Hal utama yang kadang membuat stress adalah konten. Tuntutan untuk menyajikan topik menarik dalam sebuah tulisan kepada pembaca acapkali membuat kita lupa “landasan” utama, lupa asal-usul sehingga memaksa diri untuk “seolah-olah” ahli dalam bidang tertentu. Hal ini membuat siapapun untuk terus update mengetengahkan hal-hal yang kadang diluar kemampuan blogger itu sendiri.

Untuk mengatasi hal itu, sangat elok jika si-penulis sendiri menuangkan apapun sesuai dengan keahliannya. Cukuplah hanya dalam kapasitas kemahirannya saja. Tidak perlu khawatir jika nantinya keahlian tersebut tidak disambut oleh pembaca karena pada hakekatnya setiap manusia itu unik dan diciptakan untuk unggul. Tidak percaya? Baru saja saya membaca buku berjudul :  “Super Brain Power” karya Jean Marie Stine yang membongkar enam kejeniusan manusia. Dan di buku itu dituangkan bahwa kecerdasan manusia tidak hanya diukur dari kecerdasan logis belaka, tapi ia multi dimensi. Setiap orang memiliki keunikan masing-masing, dan lebih lanjut, kecerdasasn itu BISA DITINGKATKAN asal MAU.